Konsensus Tri Satya
Diposting oleh : ajis (sub-admin » Staff Kwarda) | Tanggal : Rabu, 17 Mei 2017

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan sambutannya dan sekaligus membuka acara PPMN III di Provinsi Bangka Belitung.

Babel (Inmas) – Pelaksanaan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) III tahun 2017 yang dilaksanakan di Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  secara resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin selasa (16/05).

Mengawali sambutannya dihadapan ribuan peserta upacara Menag menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang telah ikut serta berpartisipasi langsung dalam mensukseskan PPMN III tahun 2017, “tanpa dukungan dari pak Gubernur sangat sulit kegiatan ini bisa berjalan sukses, partisipasi ini menjadi bukti keberadaan madrasah menjadi pilar penting dalam membangun SDM Bangka belitung” awali Lukman dalam sambutannya.

PPMN III tahun 2017 menjadi sangat strategis disaat kondisi persatuan dan kesatuan bangsa mulai terkoyak, perusakan sendi-sendi generasi bangsa juga mulai terasa, sehingga kegiatan perkemahan ini mampu menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia masih mampu menjadi asset terbaik bangsa, “kegiatan ini menjadi konsensus dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.” Kata Lukman.

Semangat dalam kalimat tri satya haruslah menjadi ruh yang terintegrasi dalam diri setiap peserta pramuka kali ini, “semangat menjaga kesatuan, kesadaran menjalankan pancasila dan semangat menjaga NKRI,” seru lukman, jangan hanya menjadi indah dalam retorika yang miskin dalam aplikasinya, sesuai dengan motto yang dipakai dalam kegiatan kali ini, “Cerdas, Kreatif dan Berkarakter,”

Kecerdasan ini melahirkan sikap dari pribadi pramuka yang akan mampu membaca keadaan dan kondisi tidak gampang terbawa arus yang tidak benar, “ pramuka cerdas tidak gampang terprovokasi yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” imbuhnya.

Tantangan global semakin nyata maka sebagai generasi bangsa juga harus mampu menjadikan pribadinya yang kreatif serta mampu memberikan manfaat kepada orang lain bukan malah sebaliknya menjadikan keberadaannya sebagai ancaman.

Agar konsensus tadi bisa berjalan dengan baik maka yang perlu dikembangkan kembali adalah sikap dan perilaku yang berkarakter yang mencerminkan nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, “pramuka harus menjadi pionir pembaharuan dalam bingkai keragaman budaya, bahasa, suku dan agama,” tandasnya.

Diakhir sambutannya Menag yakin dari kegiatan PPMN ini akan tercipta dan terlahir generasi bangsa yang berkualitas dan berkarakter yang akan mampu menjaga keutuhan NKRI dalam menghantarkan dan mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan. sumber (www.jateng.kemenag.go.id).

Dilihat 128 kali.