PWD RIAU: BAKTI MASYARAKAT MENGELOLA APOTIK HIDUP
Diposting oleh : sufiyana (regular) | Tanggal : Sabtu, 30 Desember 2017

Peserta membawa tanaman yang akan ditanam bersama *Sufiyana*

SIAK (kwardariau.or) Sabtu, 30 Desember 2017 Peserta Perkemahan Wirakarya Daerah (PWD) Riau Tahun 2017 melakukan kegiatan bakti dengan menanam tanaman obat sebagai Apotik Hidup. Apotik hidup merupakan karya ibu – ibu dengan membuat Toga. Biasanya di kabupaten Siak diadakan lomba toga setiap tahun. Kegiatan bakti ini dilakukan di Kampung Kampung tengah, Kecamatan Mempura, Dusun 1.

Kak Novi Rosnita yang mengkoordinir kegiatan bakti juga ikut serta menanam tanaman herbal dan menata toga’

di sini kita bagi 3 tempat di RT 01, RT 02 dan RT 03. Di sini kita menanam tanaman obat seperti Lidah Buaya, Kunyit, jahe dll. Kita menanm sesuai dengan jenis tanamannya. Kemudian kita tulis. Selain menanam kita juga mencari tahu manfaatnya” terang Kak Novi sambil menunjuk tanaman Lidah Buaya yang baru ditanamm ketika berada di RT 02.

selanjutnyaKontributor Kwardariau.org dengan dibantu Humas Kwartir Cabang 09 Siak Kak Handry berkeliling ke RT 03. Di RT 03 ada Ibu Des masyarakat yang membantu mengkoordinir peserta.

kebetulan sebentar lagi akan diadakan lomba Toga, jadi anak – anak sangat membantu persiapan lomba Toga di tahun 2018 nanti sekitar 2 bulan lagi” terangnya jelas.

Saat menanam, hujan turun dengan deras. Peserta segera berteduh di rumah warga sambil beristirahat dan menikmati hangatnya minum air teh dan air kopi sambil menggosokkan telapak tangan untuk mengurangi rasa dingin. Setelah hujan berhenti, di RT 03 peserta juga sedang menanam tanaman obat sambil mempelajari racikan obat – obatan.

Di RT 03 penanaman obat dikoordinir oleh Ibu Tarmi yang juga pengelola Toga. Namun, Bu Tarmi menerangkan bahwa peserta tidak dapat menanam banyak tanaman karena sedang musim hujan dan sering banjir. RT 03 pasti terendam banjir sehingga perlu penempatan yang pas.

luapan sungai Siak selalu sampai ke sini. Kalau kita tanam sembarang bisa membusuk tanamannya. Jadi kita tanam sedikit tanaman yang bisa diletakkan di tempat yang lebih tinggi, kemudian anak – anak juga mengolah tanah.” Terang Bu Tarmi yang merupakan asli orang Jawa Tengah.

Meskipun menjelang lomba toga, bu Tarmi mengaku menanam tanaman obat bukan sekedar lomba, tetapi masyarat mempura juga menggunakannya sebagai obat herbal. Bu Tarmi juga membagi resep obat rati tanaman herbal kepata peserta. Bahkan ketika akan pulang, Bu Tarmi memberi hadiah tanaman sirih merah kepada kontributor www.kwardariau.org sebagai buah tangan sekaligus memberi resep khasiat daun sirih merah. *Sufiyana* (30/12/2017)

SIAK (kwardariau.or) Sabtu, 30 Desember 2017 Peserta Perkemahan Wirakarya Daerah (PWD) Riau Tahun 2017 melakukan kegiatan bakti dengan menanam tanaman obat sebagai Apotik Hidup. Apotik hidup merupakan karya ibu – ibu dengan membuat Toga. Biasanya di kabupaten Siak diadakan lomba toga setiap tahun. Kegiatan bakti ini dilakukan di Kampung Kampung tengah, Kecamatan Mempura, Dusun 1.

Kak Novi Rosnita yang mengkoordinir kegiatan bakti juga ikut serta menanam tanaman herbal dan menata toga’

di sini kita bagi 3 tempat di RT 01, RT 02 dan RT 03. Di sini kita menanam tanaman obat seperti Lidah Buaya, Kunyit, jahe dll. Kita menanm sesuai dengan jenis tanamannya. Kemudian kita tulis. Selain menanam kita juga mencari tahu manfaatnya” terang Kak Novi sambil menunjuk tanaman Lidah Buaya yang baru ditanamm ketika berada di RT 02.

selanjutnyaKontributor Kwardariau.org dengan dibantu Humas Kwartir Cabang 09 Siak Kak Handry berkeliling ke RT 03. Di RT 03 ada Ibu Des masyarakat yang membantu mengkoordinir peserta.

kebetulan sebentar lagi akan diadakan lomba Toga, jadi anak – anak sangat membantu persiapan lomba Toga di tahun 2018 nanti sekitar 2 bulan lagi” terangnya jelas.

Saat menanam, hujan turun dengan deras. Peserta segera berteduh di rumah warga sambil beristirahat dan menikmati hangatnya minum air teh dan air kopi sambil menggosokkan telapak tangan untuk mengurangi rasa dingin. Setelah hujan berhenti, di RT 03 peserta juga sedang menanam tanaman obat sambil mempelajari racikan obat – obatan.

Di RT 03 penanaman obat dikoordinir oleh Ibu Tarmi yang juga pengelola Toga. Namun, Bu Tarmi menerangkan bahwa peserta tidak dapat menanam banyak tanaman karena sedang musim hujan dan sering banjir. RT 03 pasti terendam banjir sehingga perlu penempatan yang pas.

luapan sungai Siak selalu sampai ke sini. Kalau kita tanam sembarang bisa membusuk tanamannya. Jadi kita tanam sedikit tanaman yang bisa diletakkan di tempat yang lebih tinggi, kemudian anak – anak juga mengolah tanah.” Terang Bu Tarmi yang merupakan asli orang Jawa Tengah.

Meskipun menjelang lomba toga, bu Tarmi mengaku menanam tanaman obat bukan sekedar lomba, tetapi masyarat mempura juga menggunakannya sebagai obat herbal. Bu Tarmi juga membagi resep obat rati tanaman herbal kepata peserta. Bahkan ketika akan pulang, Bu Tarmi memberi hadiah tanaman sirih merah kepada kontributor www.kwardariau.org sebagai buah tangan sekaligus memberi resep khasiat daun sirih merah. *Sufiyana* (30/12/2017)

Dilihat 205 kali.