Pramuka Universitas Riau Lakukan Latihan Mingguan Dengan Tema Upacara
Diposting oleh : HeldaYati (regular) | Tanggal : Minggu, 11 Februari 2018
Penyerahan Plakat dari Ketua Racana Sri Serindit kepada Kak Digdo Juniarto selaku pemateri
Pekanbaru ( kwardariau.org) Pramuka Universitas Riau kembali hadir kembali mengawali aktifitas yang cukup terhenti akibat libur perkuliahan. Latihan mingguan ini menjadi awal pembuka untuk kegiatan rutin setelah Gotong Royong dan Yasinan, dengan sistem latihan Gabung antara Warga Ambalan dan Racana Raja Haji Fisabilillah dan Sri Serindit. Pramuka Universitas Riau kembali Hadir nih, kakak-kakak dengan serangkaian kegiatan baik, Kegiatan Rutin, Kegiatan Pokok maupun Kegaiatan Partisipasi. Berhubung dengan hal Tersebut, Dalam kesempatan kali ini, kami akan mempublikasikan salah satu kegiatan Rutin Pramuka Universitas Riau yakni latihan mingguan Bertempat Di Sanggar Bhakti Pramuka Universitas Riau, dengan Tema “Upacara” menghadirkan pemateri yakni kak Digdo Juniarto selaku Pembina penegak Ambalan Raja Haji Fisabilillah, (Sabtu,10/02/2018). Upacara adalah hal yang paling sering kita jumpai dalam segala bidang kegiatan Kepramukaan, Seperti upacara Pembukaan Penutupan latihan mingguan, upacara meninggalkan Ambalan dan Racana, serta Upacara Pindah Golongan dan lain lain. Tidak jarang terkadang kita sering melakukan kesalahan kesalahan kecil, akan tetapi lama kelamaan kita biarkan, sehingga menjadi terbiasa. Untuk Panduan Bisa diakses di Jukran No. 178 Tahun 1979 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Upacara Dalam Gerakan Pramuka. Upacara adalah serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan khidmat, sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, untuk membentuk suatu tradisi dan budi pekerti yang baik. Dalam Upacara Pramuka ada beberapa hal yang tidak boleh ditinggalkan baik upacara Umum Maupun Upacara Khusus, yakni sebagai berikut Pengibaran Bendera , Dasha Dharma/Sandi Ambalan atau Racana/Puisi, Pancasila dan Do’a Dasar Filososfis dari bentuk barisan upacara memang memiliki makna mendalam. Jika Siaga dengan bentuk barisan melingkar karena Siaga masih membutuhkan Bimbingan dari Ayahanda dan bunda. Mengenai Penggalang dengan Bentuk Barisan Angkare memiliki makna tersendiri bahwa Sudah mulai diizinkan menerima informasi dari Dunia Luar tetapi masih dalam pengawasan Pembina. Berbicara penegak dan Pamdega dengan barisan bershaf menunjukkan bahwa sudah Diizinkan berinteraksi dengan dunia luar tetap memperhatikan Peran Pembina yakni mendampingi. Materi Upacara ini diikuti dengan simulasi langsung dilapangan bagaimana Upacara yang baik dan benar. materi kali ini berlangsung seru dan jauh dari kata membosankan, Terjadi aksi reaksi yang cukup aktif , berbagai macam pertanyaan muncul dan langsung ditanggapi oleh Pemateri Kak Digdo Juniarto. Sekedar Mengklarifikasi kakak kakak dengan adanya materi Upacara bukan berarti Pramuka Universitas Riau tidak tahu tentang Upacara, tetapi justru ingin lebih mendalami lagi, dan terus belajar supaya kesalahan kesalahan kecil yang terjadi bisa dihindari. Oke kakak kakak untuk informsi lebih lanjut bisa cek sendiri, ya di Jukran No. 178 Tahun 1979. Cukup Sekian tetap terus Ikuti kegiatan Kami Instagram : Pramuka_ur Facebook : Pramuka Univ Riau Youtube : Cerita Cikal Twitter : Pramukaunri CP : 0822 9942 8007 Website : Pramuka.unri.ac.id Junjung Budi Hormat Bahasa

Dilihat 123 kali.