PRAMUKA UNIVERSITAS RIAU " LAKSANAKAN PINDAH GOLONGAN DAN MATERI LATIHAN BEDAH PP PRAMUKA"
Diposting oleh : Pramuka Unri (regular) | Tanggal : Jumat, 02 Maret 2018

Prosesi Langkah Adat sekaligus Pemayungan Warga Ambalan sebagai Proses Terhormat sekaligus Rasa Terimakasih Atas Kontribusinya Selama Di Ambalan
 

Pekanbaru ( kwardariau.org ) Pramuka Universitas Riau kembali  hadir dengan beragam kegiatan Positif, dalam minggu ini hadir dengan dua kegiatan besar, Yakni Upacara Pindah Golongan dan Latihan Rutin dengan Tema Bedah PP.

Kegiatan diawali dengan Upacara Pindah Golongan dari Warga Ambalan Raja Haji Fisabilillah sebanyak 3 Orang dan Ambalan Sri Serindit sebanyak 5 Orang. Upacara Pindah Golongan ini adalah penanda Paling Krusial, arti bahwa telah cukupnya Umur seorang Pramuka Usia Penegak yang memasuki Usia Pandega setelah memasuki umur 21 Tahun.

Cukuplah sudah serangkaian bakti, baik untuk Ambalan Raja Haji Fisabilillah maupun Ambalan Sri Seridit. Pada hari ini Sabtu, 24 Februari 2017 merupakan  sebuah Legalitas dilepasnya beberapa Warga Ambalan yang telah memasuki Usia Racana.

Upacara Pindah Golongan diwarnai suasana Hening dan terlihat Sakral sebagai salah satu bagian dari upacara adat Amabalan. Upacara dmulai dengan Pindah Golongan Ambalan Sri Serindit langsung dipimpin oleh Kak Kanzularas Iso Dina, Selaku Pemangku adat Ambalan Sri Serindit. Kemudian, Dilepas  langsung Oleh Pembina Amabalan SS yakni Kak Tuti Astuti ,diiringi serangkaian Petatah Petitih yang berikut adalah Cuplikannya “Adik-adikku sekalian,Tiba saatnya kalian dipindahkan kegolongan Racana, Kepindahan adik-adik Bukan karena kecakapan ataupun prestasi ,melainkan karena usia”.

Warga yang pindah golongan diantar langsung oleh pemangku adat atas izin Pembina dengan melalui Sebuah proses yang dinamakan Langkah Adat ditandai dengan melewati tali yang dipasang secara Horizontal, mnggunakan kaki kanan. Dasar filosofis dari prosesi langkah adat ini berarti telah dilewatinya batasan batasan usia Penegak , dalam waktu bersamaan Proses Adat ini juga dipayungi dengan payung adat Ambalan Sri Serindit yang  bermakna proses perpindahan golongan dilakukan dengan proses yang terhormat dan bermaksud dalam menghargai kinerja serta kontribusi ketika berada di Ambalan.

BerdasarkanPenjabaran diatas tak berarti sama dengan Prosesi Pindah Golongan Ambalan Raja Haji Fisabilillah. Dilanjutkan dengan Prosesi pindah golongan Ambalan RHF dipimpin langsung oleh Pemangku Adat Putra yakni kak M. Rizky Rinaldi serta dilepas langsung oleh Pembina Ambalan Raja Haji Fisabilillah yakni Kak Digdo Juniarto, dengan sedikit keunikan awal bicara pembuka pintu dengan Pembina Racana menggunakan Pantun sebagai ciri kha Melayu. Barulah prosesi pindah golongan melaju dengan tahapan sesuai adat yang berlaku. Prosesi dilanjutkan dengan Langkah Adat,  melewati tali yang terbentang horizontal pertanda usai dan lepaslah batasan usia Penegak menuju tempat yang baru yakni  dunia Racana.

Usai melalui Proses Langkah Adat, Kakak -kakak yang pindah Golongan diterima dan disambut oleh Ketua Gugusdepan 08-002 kak Sri Kartikowati dengan tak lupa menghadadiahkan berbagai Nasiha. Ucapan Selamat Datang juga tak luput dikatakan oleh Pemngku Adat tanda diterimanya kakak-kakak warga Ambalan memasuki Racana, dengan penggalan kalimat berikut

Kami Tunggu Dengan Dada Yang Lapang ,Kami Sambut Dengan Muka Yang Jernih ,Kami Terima Dengan Hati Yang Suc, Sirih Pemanis Manis Muka

Sirih Penyedap Penyedap Hati , Sirih Pembuka Pintu Sanggar, Sirih Pembuka Pintu Hati

Setelah mendengarkan petatah petitih, pesan dan nasihat nasihat, Ucapan Selmat Datang oleh kak Yuliana dilanjutkan proses Mencuci Muka menggunakan Air Bunga tanda Menyucikan Diri, Gugurlah sudah keburukan dimasa lalu, selamat datang dimasa yang baru, memasuki racana tinggalkan segala kehebatan namun bergabungkah dengan racana sebagai pribadi yang baru dan berusaha menyesuaikan diri, tak ubah tak yal jadilah seolah Gelas Kosong yang mesti banyak banyak diisi oleh pengetahuan. prosesi ini berlaku pula untuk ambalan Raja Haji Fisabilillah disambut kedatangan oleh ketua Gugusepan 08-001 Kak Dahliyusmanto didampingi Pembina racana RHF Kak Nur Iskandar. dan diucapi selamat datang oleh kak Poniman selaku pemangku Adat.

Sekali lagi Tahniah ya kak Heldayati, Fera Fitri Restiani, Dinna Lastari, Desi Ronasti, Piqih Anggraini , kak Ryan Pangestu, Okky Prasetyo , Ade Ruslan selalu ditunggu karya karya nya, terus Berkontribusi dan Buktikan Totalitas yang tinggi terhadap Racana dan Pramuka Universitas Riau khususnya. Walaupun sekarang telah lepas dari Ambalan tapi setidaknya jangan lupakan dan teruslah berjasa serta berbakti terhadap Ambalan kita.

Selesai melakukan Upacara Pindah Golongan, kegiatan berlanjut dengan Pelaksanaan Latihan Rutin di Sanggar Bakti dengan tema Bedah PP, bersama kak Arfan Tejha Saputra. dua focus PP yakni PP yang dibahas yakni Polmekbin T/D N0. 176 Tahun 2013 dan PP Gudep Perti No. 10A tahun 2011. Diskusi berlangsung cukup alot dan diiringi dengan pertanyaan pertanyaan serta dihadapi oleh Antusiasme peserta.  semoga ya kakak kakak kedepannya kita dapat lebih baik menambah pemahaman kita mengenai aturan Dalam Gerakan Pramuka.

Semakin banyak yang saya ketahui, saya semakin sadar bahwa banyak yang tidak saya ketahui, ini bukan tentang siapa yang lebih luas pengetahuannya. bukan!! tapi ini tentang proses belajar. saya (masih dan terus) belajar untuk memberikan pengetahuan yang saya punya. sementara yang lain belejar menerima yang saya berikan. begitulah yang membuat bumi berputar. Itu saja. Kutipan Kata Kata diatas adalah salah satu penggalan Untaian kata  Kak Arfan Tejha saputra saat  menanggapi kiriman Pramuka UR mengenai latihan rutin di sosial media.Junjung Budi Hormat Bahasa

kontributor kwardariau melaporkan (Pramuka UNRI )

Dilihat 201 kali.