PW PTK XIV: MALAM LANCANG KUNING MENGENAlKAN UIN SUSKA RIAU, PESERTA SALING MENGENAL.
Diposting oleh : sufiyana (regular) | Tanggal : Rabu, 02 Mei 2018
kenalan dengan Kak Eva dan kak Fuad yang menjabat sebagai Ketua Dewan Racana UIN SUSKA Riau *Sufi*
Pekanbaru (kwardariau.org) Selasa, 2 Mei 2018 Panggung utama Bumi Perkemahan UIN Sultan Syarif Qasim (SUSKA) Riau dipenuhi oleh peserta dari berbagai Perguruan Tinggi Agama Islam se - Indonesia. Panitia telah menyiapkan berbagai hiburan seperti ban, puisi dan Silat. Malam Lancang Kuning dikonsep seperti welcome party menyambut kedatangan peserta Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Agama Islam (PWPTKI) se - Indonesia. Semua peserta bersenang - senang dan saling berkenalan satu sama lain. Panitia juga memperkenalkan tokoh - tokoh penting seperti KDR Pramuka UIN SUSKA Riau, Bupati dan camat Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Agama Islam (PWPTKI), Ketua Dewan Kerja Daerah Riau bahkan sampai organisasi di kampusnya. Sambutan meriah mereka sampaikan dalam gaya bahasa Melayu yang disertai dengan pantun. Dibalik keramaian tersebut, ternyata banyak peserta yang membuat forum sendiri. Banyak dari mereka tidak sepakat dengan konsepan Malam Lancang Kuning. Peserta lebih memilih berkenalan dengan peserta lain dan membuat forum. Menurut kak Annisah peserta dari Kediri menganggap bahwa seharusnya panitia tidak perlu memperkenalkan birokampus serta organisasi - organisasinya. "Malam Lancang Kuning seolah - olah seperti kegiatan expo campus. panitia memperkenalkan kampus mereka dan isi - isinya juga. Padahal di kampus kita ya juga ada. Banyak peserta membuat forum sendiri" keluhnya. Selain itu, sebagian peserta juga ada yang berkeliling melihat souvenir kegiatan yang banyak dijual tidak jauh dari panggung utama. Namun, sepertinya peserta belum sepenuhnya saling mengenal karena banyak peserta yang belum bisa berbaur dengan teman - teman dari racana lain. Sebenarnya Malam Lancang Kuning sangat seru dan membuat peserta terhibur hanya saja pengenalan kampus yang panjang membuat peserta bosan. Malam Lancang Kuning digelar hingga tengah malam dan seluruh peserta langsung diinstruksikan untuk segera tidur. *Sufiyana* (02/05/2018)

Dilihat 163 kali.