KPL Ditutup Berikan Sepuluh Peserta Terbaik
Diposting oleh : ajis (sub-admin » Staff Kwarda) | Tanggal : Minggu, 02 Desember 2018
Ketua Kwarda Riau H.M. Azaly Djohan, SH memberikan ucapan selamat kepada peserta terbaik.
Pekanbaru. Ketua Kwarda Riau menutup secara resmi kegiatan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan (KPL) Tahun 2018 oleh H.M. Azaly Djohan, SH (30/11/2018) di area Wisata Candi Muara Takus. Penutupan Ketua Kwarda Riau didampingi oleh Wakil Ketua Kwarda, Bendahara Jasri Akamuddin, Kepala Pusdiklatda Riau Mardjono, Andalan Daerah, Pelatih dan Pembina Pramuka. Kegiatan Kursus Pelatih Pembina Tingkat Lanjutan ini merupakan Kursus Formal tertinggi di Gerakan Pramuka. Kegiatan Kursus berlangsung dari tanggal 25 s.d. 29 November 2018 di Hotel Ameera Pekanbaru dilanjutkan dengan Perjalanan Bakti tanggal 29 November s.d. 1 Desember 2018 bertempat di Komplek Candi Muaratakus. Kapusdiklatda Riau Mardjono dalam Laporannya menyampaikan Narasumber kegiatan KPL ini terdiri dari Pelatih Nasional yang berasal 1 orang dari Pusdiklatnas, 1 orang dari Pusdiklatda Jawa Tengah, 1 orang dari Pusdiklatda Lampung, 1 orang dari Pusdiklatda Kepri sisanya dari Pusdiklatda Riau. Adapun peserta KPL berjumlah 58 orang 3 dari Kwarda Sulawesi Barat dan 1 dari Kwarda Kepri dan sisanya 54 orang berasal dari Kwartir Cabang se-Kwarda Riau. Dalam sambutan Ketua Kwarda Riau menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan Pelatih yang telah sukses melaksanakan kegiatan tersebut. "Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan (KPL) ini ialah pendidikan formal tertinggi dilingkungan Gerakan Pramuka tentunya tugas berat dipundak kakak-kakak Pelatih sekalian," ujar Azaly Djohan. Azaly Djohan yang juga merupakan Birokrat Senior Purna Bakti bernostalgia menceritakan pengalamannya bertugas keliling Riau termasuk pernah bertugas diwilayah Kampar menyampaikan keprihatinannya atas pengaruh negatif yang luar biasa terhadap Generasi Muda saat ini. "Tentunya para pelatih profesional lulusan KPL mesti bisa menjawab persoalan ini," harap Azaly Djohan. Dalam amanatnya itu Ketua Kwarda Riau juga berpesan kepada seluruh peserta agar setelah kembali ke Kwarcab masing-masing dapat mempraktekkan atau mengaplikasikan apa yang telah diperoleh selama mengikuti KPL. "Memberikan contoh yang baik dan tentunya mengamalkan kode kehormatan Pramuka didalam kehidupan sehari-hari," katanya. Pada acara penutupan tersebut juga diumumkan 10 orang peserta terbaik ialah : 1.Peringkat pertama kelompok bakti Irwan Yuliadi, S.IP Kwarcab Pekanbaru 2.Peringkat kedua kelompok laksana Indrawansyah, SE, M.Si, 3.Peringkat ketiga kelompok ikhlas Heri Suseno Kwarcab Pelalawan, 4.Peringkat empat kelompok laksana Darma Satia Kwarcab Rohil, 5.Peringkat lima kelompok Budi Syafi'i Kwarcab Dumai, 6.Peringkat enam kelompok bina M. Ridwan Kwarcab Pekanbaru, 7.Peringkat tujuh kelompok budi Agung Purwanto Kwarcab Kampar, 8.Peringkat delapan kelompok bina Ratnah dari Kwarcab Polewali Mandar Sulawesi Barat, 9.Peringkat sembilan kelompok bangsa Ridwan Ahim kwarcab Siak, 10.Peringkat sepuluh kelompok bakti Felix Saputra kwarcab Inhil. Para peserta terbaik mendapatkan ucapan selamat langsung dari Ketua Kwarda Riau beserta jajaran. Usai upacara penutupan masih dilanjutkan dengan beberapa agenda penutup yaitu Renungan Suci, Ulang Janji atau Pengukuhan Pelatih dan upacara api unggu. Harapannya semoga para Pelatih Profesional yang baru saja dikukuhkan ini mampu mewujudkan Slogan Pelatih 'Ikhlas Bakti Bina Bangsa Ber budi Bawa Laksana'. Sebagaimana diketahui Kursus Pelatih Pembina Tingkat Lanjutan (KPL) merupakan jenjang pendidikan tertinggi bagi Anggota Dewasa di Gerakan Pramuka. lulusan KPL akan menjadi Pelatih Profesional untuk mencetak para Pembina-pembina Pramuka.(Humas.Kwarda.Riau). Sumber lain INHILKLIK.COM.

Dilihat 50 kali.