Pramuka Membangun Karakter Generasi Muda
Diposting oleh : kak oki (special » Kwarcab Pelalawan) | Tanggal : Sabtu, 01 Februari 2014

Kak Azwar sedang memberikian materi Pramuka membangun Karakter Generasi Muda dihadapan 267 Penegak di SMA Negeri 1 Langgam Kwaran Langam Kwarcab 0411 Pelalawan

Pelalawan, (31/01/2014) Berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa dalam beberapa tahun terakhir ini sebenarnya bersumber dari lemahnya karakter bangsa. Selain itu, kepedulian sosial juga menipis, sehingga mencerminkan hilangnya sifat kebersamaan dan gotong royong. Oleh krena itu dalam rangka menghasilkan peserta didik yang unggul dan diharapkan proses pendidikan juga senantiasa dievaluasi dan diperbaiki.

Salah satu upaya perbaikan kualitas pendidikan adalah munculnya gagasan mengenai pentingnya pendidikan karakter dalam dunia pendidikan di Indonsia. Gagasan ini muncul karena proses pendidikan yang selama ini dilakukan dinilai belum sepenuhnya berhasil dalam membangun manusia Indonsia yang berkarakter. Karakter adalah sikap pribadi yang stabil hasil proses konsolidasi secara progresif  dan dinamis, integrasi pernyataan dan tindakan demikian yang disampaikan oleh Kak H. Azwar Zainal, S.Ag selaku Waka Abdimas dan Kak Oki Aminawa, M.Pd dengan materi Karakter Pramuka Luar Biasa.

Dalam pendidikan karakter mengajarkan kebiasaan cara berpikir dan perilaku yang membantu individu untuk hidup dan bekerja bersama sebagai keluarga, masyarakat, dan bernegara dan membantu mereka untuk membuat keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pelaksanaan pendidikan karakter tidak diserahkan kepada guru agama saja, karena pelaksanaan pendidikan karakter harus dipikul oleh semua pihak, termasuk kepala sekolah, para guru, staf tata usaha, tukang sapu, penjaga kantin, dan bahkan orang tua di rumah.

Bahkan dalam langkah selanjutnya pendidikan karakter perlu dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat, di seluruh instansi pemerintah, ormas, partai politik, lembaga swadaya masyarakat, perusahan dan kelompok masyarakat lainnya. Juga dalam pelaksanaannya, pendidikan karakter memerlukan peneladanan dan pembiasaan. Pembiasaan untuk berbuat baik, pembiasaan untuk berperilaku jujur, tolong-menolong, toleransi, malu berrbuat curang, malu bersikap malas, malu membiarkan lingkungan kotor.

Karena karakter tidak terbentuk secara instan, tapi harus dilatih secara serius, terus menerus dan proposional agar mencapai bentuk karakter yang ideal. Setidaknya ada 18 nilai dalam pendidikan karakter menurut Departemen Pendidikan Nasional adalah: Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab.

Dalam Dasa Darma terdapat sedikitnya 24 Karakter yakni : Tagwa, Cinta alam, Kasih sayang, Patriot, Sopan, Ksatria, Patuh, Musayawarah, Rela Menolong, Tabah, Rajin, Trampil, Gembira, Hemat, Cermat, Bersahaja, Disiplin, Berani, Setia, Bertanggung Jawab, Dapat dipercaya, Suci dalam Pikiran, Suci dalam Perkataan dan Suci dalam Perbuatan. Dengan demikian Gerakan Pramuka telah lebih dahulu sebagai Pelopor penanaman nilai-nilai karakter pada generasi muda. ***( oki )

Dilihat 722 kali.